Pengertian Individu
Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh, suatu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Ayah merupakan individu dalam kelompok sosial tersebut, yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil.
Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh, suatu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Ayah merupakan individu dalam kelompok sosial tersebut, yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil.
Pada dasarnya, setiap individu memiliki ciri-ciri
yang berbeda. Individu yang saling bergabung akan membentuk kelompok atau
masyarakat. Individu tersebut akan memiliki karakteristik yang sama dengan
kelompok dimana dirinya bergabung.
Pengertian pertumbuhan
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan "per waktu unit" untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.
2. FAKTO-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN
1
1.
GIZI
Berbicara masalah gizi, kita tidak terlepas dari
pembahasan mengenai zat-zat makanan atau nutrisi yang masuk kedalam tubuh.
Makanan yang bergizi adalah makanan yang mengandung zat-zat nutrien yang
dibutuhkan oleh tubuh agar tubuh dapat melakukan fungsi-fungsinya dengan
sebaik-baiknya. Dengan perkataan lain zat gizi sangat diperlukan oleh tubuh
untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan dan pemeliharaan tubuh beserta semua
fungsinya.
Sejak dari masa janin, bayi, remaja sampai ke masa
dewasa dan lansia (lanjut usia), manusia membutuhkan zat-zat yang berguna untuk
membantu fungsi semua organ agar dapat berjalan dengan baik, apakah zat itu
karbohidrat, protein, lemak, vitamin, garam mineral dan air. Karbohidrat,
protein, dan lemak dibutuhkan sebagai sumber tenaga atau energi untuk bekerja.
Kalori yang dihasilkan untuk setiap 1 gram karbohidrat adalah sebesar 4
gramkalori, sedang 1 gram protein menghasilkan 4 gramkalori dan untuk setiap 1
gram lemak dapat menghasilkan kalori sebesar 9 gramkalori. Vitamin dan mineral
dibutuhkan sebagai pengatur tubuh dengan jalan memperlancar proses oksidasi,
memelihara fungsi normal otot dan syaraf, vitalitas jaringan dan menunjang
fungsi-fungsi tertentu. Selain itu, di dalam proses-proses tersebut juga
dibutuhkan air dan oksigen dari udara. Peranan air sangat penting sebagai
medium atau pelarut dari getah-getah tubuh, peredaran darah dan proses-proses
dalam tubuh lainnya. Kebutuhan akan zat-zat ini berbeda-beda dan perbedaan ini
tergantung dari umur, jenis kelamin, jenis pekerjaan ataupun kegiatan-kegiatan
yang dilakukan. Pada wanita dewasa, kalori yang dibutuhkan berkisar antara
1.600 -2000 kilokalori, sedangkan pria dewasa membutuhkan sekitar 2.500 -3.000
kilokalori setiap harinya. Secara umum pengaruh gizi pada manusia sangatlah
kompleks, antara lain dapat berpengaruh terhadap perkembangan mental,
perkembangan fisik, produktivitas dan kesanggupan kerja yang mana kesemua ini
sangatlah erat hubungannya dengan perbaikan atau peningkatan pendapatan
masyarakat. Dengan demikian agar dapat melakukan kerja seoptimal mungkin
sangatlah perlu diperhatikan kualitas makanan yang dimakan, hendaknyalah
memakan makanan yang cukup mengandung zat-zat yang dibutuhkan oleh tubuh atau
makanan yang berimbang (balanced diet).
Banyak masalah-masalah kesehatan yang dapat
ditimbulkan akibat tidak adanyakeseimbangan gizi yang lebih dikenal sebagai
akibat gizi salah. Gizi salah yang diderita pada masa janin (dalam kandungan)
dan masa anak-anak dapat menghambat antara lain kecerdasan, motivasi,
kesanggupan belajar. Selain itu, ada dugaan bahwa gizi salah yang diderita pada
masa janin dapat menimbulkan kelainan kromosoma yang bisa berakibatkan pada
perilaku abnormal ataupun kelainan-kelainan yang akan bertahan selama hidup.
Masalah lain yang dapat diakibatkan oleh gizi salah ini adalah gangguan
perkembangan Fisik. Suatu studi yang dilakukan di India menunjukkan bahwa 90 %
dari 3000 anak yang berasal dari keluarga dengan tingkat ekonomi rendah
mempunyai ukuran tubuh lebih kecil dari ukuran normal. Keadaan seperti ini
merupakan gambaran umum dari masyarakat di negara-negara yang secara ekonomi
tergolong kurang berkembang. Masih berkaitan dengan berat badan lahir yang
rendah, pada suatu penelitian yang dilakukan di Hertfordshire (lnggris)
ditemukan bahwa bayi-bayi yang dilahirkan dengan berat badan kurang dari 2,5 kg
mempunyai resiko yang besar untuk menderita penyakit jantung koroner.
Namun yang cukup menarik dari penelitian tersebut
bahwa resiko itu menjadi menurun bila kekurangan tersebut dapat dikejar
sehingga mencapai berat badan yang normal (Barker,1992). Jadi jelas sekali
bahwa perawatan yang tentunya termasuk gizi dalam hal ini cukup menentukan
kondisi seseorang selanjutnya dan ini,tentunya sedikit banyaknya akan berkaitan
dengan produktifitas kerja dan kualitas hidupnya di kemudian hari.
Sebenarnya, dalam pembahasan gizi salah yang dapat
menimbulkan masalah kesehatan tidaklah semata-mata hanya keadaan kurang gizi,
namun kelebihan gizipun dapat menimbulkan gangguan pada manusia. Jadi kalau
kita tilik lebih dalam yang tergolong dalam gizi salah (malnutrisi) ini ada dua
golongan, yaitu kurang gizi (under nutrition) dan kelebihan gizi (over
nutrition). Jelas, bahwa gangguan atau penyakit yang ditimbulkan oleh golongan
kedua ini lebih banyak dijumpai pada masyarakat di negara-negara maju seperti
penyakit jantung koroner, darah tinggi (hipertensi), dan lain-lain. Sedangkan
pada negara- negara berkembang pada umumnya banyak dijumpai keadaan kurang gizi
yang sering disebut dengan Kurang Energi Protein (KEP), Defisiensi vitamin A,
Gangguan Akibat Kekurangan lodium (GAKI) dan lain-lain yang nantinya dapat
berakibat pada turunnya daya tubuh dan memudahkan untuk mendapat penyakit-penyakit
infeksi ataupun gangguan lain.
Di Indonesia, berdasarkan data yang dikumpulkan
oleh BPS melalui modul SUSENAS tahun 1986, 1987, dan 1989 serta hasil survai
Vitamin A tahun 1978 menunjukkan adanya penurunan prevalensi gizi kurang dan
gizi buruk yang cukup bermakna. Pada tahun 1978 prevalensi gizi kurang dan gizi
buruk di Indonesia sebesar 15,9% yang kemudian menurun hingga 10,5% pada tahun
1989. Demikian pula prevalensiKurang Energi Protein (KEP) berat juga mengalami
penurunan dari 3% menjadi 1,4% dalam kurun waktu yang sama. Keadaan ini
menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan energi dan protein rumah tangga
Kecenderungan ini selain disebabkan sudah mulai menurunnya jumlah penduduk yang
miskin, juga pemerintah giat melakukan berbagai program upaya perbaikan gizi
masyarakat. Sedangkan masalah GAKI di negara kita masih merupakan masalah yang
cukup besar. Data tahun 1990 menunjukkan angka prevalensi nasional GAKI dalam
bentuk angka penyakit gondok sebesar 27,7%. Angka ini hila dibandingkan dengan
data tahun 1982 (37,2%) telah mengalami penurunan. Namun bila diperhatikan per
propinsi, masih terdapat beberapa propinsi yang justru menunjukkan peningkatan
prevalensi. Walaupun permasalahan kesehatan yang masih berkaitan dengan gizi
kurang masih cukup banyak dijumpai di Indonesia, namun saat ini permasalahan
gizi lebih sudah mulai meningkat terutama di daerah perkotaan di Indonesia. Hal
ini terlihat dari Survei kesehatan Rumah Tangga (SKRT) dimana penyakit
kardiovaskuler yang pada tahun 1972 merupakan penyebab kematian peringkat 11
menjadi peringkat ke-3 pada tahun 1986 dan pada SKRT 1992 menjadi penyebab
utama kemaatian di Indonesia. Dengan melihat kondisi ini, maka saat ini
Indonesia sedang menghadapi dua masalah atau problema ganda gizi dimana diperlukan
pemecahan masalah yang tepat sehingga diharapkan kualitas sumber daya akan
meningkat yang pada akhirnya juga berhubungan dengan tingkat produktifitasnya.
2. Pengaruh status sosial ekonomi
Pengaruh status sosial ekonomi terhadap pertumbuhan
fisik bersifat tidak langsung. Jumlah keluarga dan status sosial ekonomi
berhubungan dengan kemungkinan mencukupi kebutuhan gizi yang diperlukan untuk
pertumbuhan fisik, dan kemungkinan terciptanya suasana keluarga yang
menyenangkan atau tidak ada himpitan psikososial. Kemiskinan selalu berkaitan
dengan kekurangan makanan, kesehatan lingkungan yang jelek dan ketidaktahuan,
akan menghambat pertumbuhan anak.
Selain itu anak yang dibesarkan di lingkungan
keluarga yang status sosial ekonominya tinggi, lebih banyak tersedia alat-alat
permainan yang lengkap dibandingkan dengan anak-anak yang dibesarkan di
keluarga yang status ekonominya rendah. Pengaruh bermain bagi perkembangan anak
:
§ Bermain mempengaruhi perkembangan fisik
anak
§ Bermain dapat digunakan sebagai terapi
§ Bermain dapat mempengaruhi dan menambah
pengetahuan anak
§ Bermain mempengaruhi perkembangan
kreativitas anak
§ Bermain dapat mengembangkan tingkah laku
sosial anak
§ Bermain dapat mempengaruhi nilai moral
anak
3. Aktivitas
Agar terjadi pertumbuhan yang normal diperlukan
aktibitas fisik dengan intensitas yang cukup. Pengaruh yang lain terjadi adalah
terhadap tulang dan otot. Aktifitas fisik yang terlalu ringan tidak membawa
pengaruh nyata, dan bila terlalu berat bisa merusak atau mengakibatkan cedera.
Berikut contoh aktivitas yang berguna bagi
perkembangan individu:
1. Pergi ke perpustakaan
Biasakan anak membaca buku. Bila sempat, sisakan
waktu setiap hari, kalau tidak, beberapa kali setiap minggu untuk membacakan
cerita kepada anak. Jangan lupa untuk membahas kembali apa yang telah dibaca.
Tanyakan kepada mereka tentang ceritanya, bantu mereka menemukan kosakata baru
dan ajak anak untuk membaca beragam macam bacaan. Buatlah membaca itu gampang
dan menyenangkan bagi anak dengan cara membuat buku berada di sekitar mereka.
Ajak mereka ke perpustakaan. Sediakan sebanyak mungkin buku yang pantas di
sekitar rumah.
1. Bercocok tanam
Dengan mengajak anak bercocok tanam, Anda bisa
mengajarkan kepada anak Anda banyak hal. Mulai membuat taman bunga sendiri,
atau bahkan 1 pot saja. Dengan ini anak bisa belajar makna tumbuh dan
bertanggung jawab. Jadi setiap kali ia menyiram bunganya di pagi hari, ia akan
ingat bahwa tanaman, seperti kita semua itu mulai dari benih, tumbuh,
berkembang dan kelak layu dan mati. Dan selalu perlu air dan matahari!
1. Bermain
Hidup anak pada dasarnya adalah bermain. Dengan
bermain, anak belajar banyak hal.
1. Melihat awan
Aneh? Mungkin. Karena tidak dibiasakan menikmati
langit. Atau biasa hanya terpaku dengan indahnya bintang-bintang di malam hari.
Padahal awan itu hampir selalu ada, selalu bergerak dan kadang-kadang membentuk
hal-hal yang unik, seperti kuda nil, atau pesawat terbang. Bisa mengajak anak
untuk menggambarkan bentuk apa yang dia lihat di awan. Kadang mereka bisa
melihat 1 awan tapi dengan 2 bentuk yang berbeda. Dan juga bisa mengajaknya
membuat puisi tentang awan. Atau biarkan mereka mengarang cerita tentang apa
kira-kira rasanya bila kita bisa hidup di awan. Hal ini bisa memicu daya
imajinasi dan kreativitas.
E. Menulis surat
Kebiasaan memiliki sahabat pena sudah begitu jauh
dari kehidupan anak-anak. Dengan teknologi yang kini sudah begitu canggih, anak
lebih senang menggunakan telepon untuk bercerita. Tapi ternyata menulis surat
melatih banyak hal. Selain mengenali prosedur pengiriman barang (amplop,
perangko dan jasa besar pak pos), menulis surat juga melatih motorik dan
membuat anak senang bila menerima balasan. Ajak anak menulis surat ke nenek kakek
atau saudara yang tinggal jauh. Dan tunggu balasannya! Jika anak mulai mengenal
teknologi internet, bisa saja sarana e-mail bisa digunakan untuk melatih
kebiasaan menulis.
F. Jalan-jalan
Jalan-jalan itu mudah dan murah. Tidak perlu
banyak mengeluarkan uang. Jalan-jalan ke rumah teman atau sekadar berkeliling
lingkungan rumah saja untuk menyapa tetangga. Kita juga bisa berjalan-jalan ke
taman kota dan membuat piknik atau sekadar bermain di sana. Jalan-jalan itu
baik untuk tubuh karena bisa menurunkan tekanan darah dan resiko terkena
penyakit jantung. Dan yang lebih menguntungkan, jalan-jalan juga bisa
mengurangi berat badan. Jalan-jalan juga bisa menenangkan pikiran dan
melepaskan stres. Karena dengan berjalan, otak melepaskan zat yang bisa
meringankan tekanan pada otot serta mengurangi kecemasan.
G. Berenang
Semua anak suka bermain air. Jadi ajak berenang.
Selain sangat menyenangkan, berenang itu juga salah satu cara berolahraga.
Kalau bosan untuk berenang di kolam sekitar, ajak anak untuk pergi ke pantai.
Selain bermain dengan ombak, anak juga bisa diajak membuat istana yang indah
dari pasir dan mengoleksi kerang-kerang yang cantik.
H. Mendengarkan radio atau membaca koran
Anak sekarang sudah jarang sekali mendengarkan
radio, apalagi membaca koran. Padahal mungin mereka bisa mendapatkan informasi
yang tidak kalah banyaknya dibanding mendengarkan berita di TV. Radio bisa
melatih anak untuk mendengarkan dengan baik dan koran bisa mengajak anak untuk
menambah wawasannya tentang dunia
I. Memasak bersama ibu
Masak-memasak bukan hanya pekerjaan ’perempuan’,
bila sesuai, anak lelaki pun tidak ada salahnya diajak memasak bersama. Suatu
hari keahlian itu pasti berguna juga baginya. Ajak anak memasak makanan-makanan
ringan yang unik dan mengasyikkan. Misalnya membuat puding semangka kuning atau
es krim rasa pisang!
J. Berolahraga
Kadang kata olahraga terdengar berat, tapi setelah
dilakukan biasanya menyenangkan. Selain jalan-jalan, bersepeda dan berenang,
masih banyak lagi olahraga yang bisa dilakukan bersama keluarga. Kalau mau yang
sederhana, main badminton. Kalau mau yang lebih menantang, pergi water rafting.
K. Rapikan rumah dan halaman
Biasanya yang ini adalah tugas pembantu rumah
tangga. Kali ini, ajak anak untuk memerhatikan tempat tinggalnya sendiri.
Karena pembantu tidak selalu ada untuk melayani. Ingatkan anak bahwa pembantu
disebut demikian karena tugasnya memang ’membantu’ hal-hal yang kita tidak bisa
kerjakan. Bukan sebaliknya. Dengan demikian anak akan belajar untuk bertanggung
jawab dan lebih menghargai pembantu. Lagipula, tinggal di lingkungan yang rapi
dan bersih itu sehat dan menyenangkan.
1. Ambil les
Pelajaran di sekolah hanya melatih otak kiri.
Jangan lupa untuk melatih otak kanannya. Ambil les yang menarik dan sesuai
dengan bakat anak anda. Mulai dari les musik dengan piano, gitar, biola atau
drumnya, atau les menari mulai dari tarian daerah, tarian modern dan ballet,
atau les-les lainnya. Tapi ingat, jangan sampai les-les ini menambah beban belajar
yang sudah menumpuk di sekolah. Pastikan anak mendapatkan waktu yang cukup
untuk istirahat juga.
M. Bercengkrama dengan keluarga
Nah ini yang mahal. Karena penelitian mengatakan
bahwa 54% anak berusia 4-6 mengaku lebih senang menonton TV daripada bermain
dengan ayahnya. Para orangtua juga mengaku bahwa mereka hanya menghabiskan
sekitar 40 menit perhari untuk melakukan percakapan yang berarti dengan
anaknya. Kedekatan dengan keluarga tidak bisa dibeli. Jangan biarkan televisi
mencuri lagi waktu kita untuk keluarga yang memang sudah tinggal sedikit sekali
karena terpotong aktivitas sehari-hari.
N. Belajar
Sebetulnya apapun yang kita lakukan merupakan
pembelajaran. Jadi belajar itu bukan hanya lewat buku. Belajar hal-hal baru
yang belum kita ketahui. Belajar naik motor atau membuat sarang burung dari
kayu. Belajar mengantri, belajar main basket dan belajar yang lain.
4. Pengaruh genetik
Sejak- awal tahun 1980-an semakin diakuinya
pengaruh keturunan (genetik) terhadap perbedaan individu. Berdasarkan data yang
diperoleh dari penelitian perilaku genetik yang mendukung, pentingnya pengaruh
keturunan menunjukkan tentang pentingnya pengaruh lingkungan. Perilaku yang
kompleks yang menarik minat para ahli psikologi (misalnya temperamen,
kecerdasan dan kepribadian) mendapat pengaruh yang sama kuatnya baik dari
faktor-faktor lingkungan maupun keturunan (genetik).
Aspek apa sajakah yang mempengaruhi faktor
genetik? Menurut Santrok (1992), banyak aspek yang dipengaruhi laktor genetik.
Para ahli genetik menaruh minat yang sangat besar untuk mengetahui dengan pasti
tentang variasi karakteristik yang dapat dipengaruhi oleh faktor genetik.
Kecerdasan dan temperamen merupakan aspek-aspek-yang paling banyak ditelaah
yang dalam perkembangannya dipengaruhi oleh keturunan.
A. Kecerdasan
Arthur Jensen (1969) mengemukakan pendapatnya
bahwal kecerdasan itu diwariskan (ditururikan). la juga mengemukakan bahwa
lingkungan dan budaya hanya mempunyai peranan minimal dalam kecerdasan. Dia
telah melakukan beberapa penelitian tentang kecerdasan, di antaranya ada yang
membandingkan tentang anak kembar yang berasal dari satu telur (identical
twins) dan yang dari dua telur (fraternal twins). Identical hvins memiliki
genetik yang identik, karena itu kecerdasan (IQ) s^harusnya sama. Fraternel twins
pada anak sekandung genetiknya tidak sama karena itu IQ-nya pun tidak sama.
Menurut Jensen bila pengaruh lingkungan lebih penting pada identical ftiv’m
yang dibesarkan pada aua lingkungan yang berbeda, seharusnya menunjukkan IQ
yang berbeda pula. Kajian terhadap hasil penelitian menunjukkan bahwa identical
t\vins yang dibesarkan pada dua lingkungan yang berbeda korelasi rata-rata
IQ-nya. 82. Dua saudara sekandung yang dipelihara pada dua lingkungan yang
berbeaa korelasi rata-rata IQ-nya, 50.
Banyak ahli-ahli yang mengkritik Jensen. Salah
seorang di antaranya mengkritik tentang definisi kecerdasan itu sendiri.
Menurut Jensen IQ yang diukur dengan tes kecerdasan yang baku merupakan
indikator kecerdasan yang baik. Kritik dari ahli lain ialah bahwa tes IQ hanya
menyentuh sebagian kecil saja dari kecerdasan. Cara individu niemecahkan
masalah sehari-hari. penycsuaian dirinya terhadap lingkungan kerja dan
lingkungan sosial, merupakan aspek-aspek kecerdasan yang penting dan tidak
terukur oleh tes kecerdasan baku yang digunakan oleh Jensen. Kritik kedua
menyatakan bahwa kebanynkan .penelitian tentang keturunan dan lingkungan tidak
mencakup lingkungan-lingkungan yang berbeda secara radikal. Karena itu tidaklah
mengherankan bahwa studi tentang genetik menunjukkan bahwa lingkungan mempunyai
pengaruh yang lemah terhadap kecerdasan.
Menurut Jensen pengaruh keturunan terhadap
kecerdasan sebesar 80 person. Kecerdasan memang dipengaruhi oleh keturunan
tetapi kebanyakan ahli perkembangan menyatakan bahwa penganih itu berkisar
sekitar 50 persen.
1. Temperamen
Temperamen adalah gaya-perilaku karakteristik
individu dalam merespons. Ahli-ahli perkembangan sangat tertarik mengenai
temperamen bayi. Sebagian bayi sangat aktif menggerak-gerakkan tangan, kaki dan
mulutnya dengan keras, sebagian lagi lebih tenang, sebagian anak menjelajahi
lingkungannya dengan giat parta vvaktu yang lama dan sebagian lagi tidak
demikian. Slebagian bayi merejpons orang Iain dengan hangat, sebagai lagi pasif
dart acuh tidak acuh. .Gaya-gaya perilaku tersebut di atas menunjukkan
temperamen seseorang.
Menurut Thomas & Chess (1991) ada tiga tipe
dasar temperamen yaitu mudah, sulit, dan lambat untuk dibangkitkr>n:
Anak yang mudah umumnya mempunyai suasana hati
yang positif dan dapat dengan cepat membentuk kebiasaan yang teratur, serta
dengan mudah pula menyesuaikan diri dengan pengalaman baru.
Anak yang sulit cenderung untuk bereaksi secara
negatif serta sering menangis dan lambat untuk menerima pengalaman-pengalaman
baru.
Anak yang lambat untuk dibangkitkan mempunyai
tingkat kegiatan yang rendah, kadang-kadang negatif,
dan penyesuaian diri yang rendah dengan
lingkungan atau pengalaman baru.
Beberapa ahli perkembangan, termasuk Chess dan
Thomas, Berpendapat bahvva temperamen adalah karakteristik bayi yang baru lahir
dan akan dibentuk dan dimodifikasi oleh pengalaman-pengalaman anak pada
masa-masa berikutnya. Para peneliti menemukan bahwa indeks pengaruh lingkungan
terhadap temperamen sebesar .50 sampai .60 menunjukkan lemahnya pengaruh
tersebut. Kekuatan pengaruh ini biasanya menurun saat anak itu tumbuh
menjadi- lebih besar. Menetap atau konsisten tidaknya temperamen bergantung
kepada “kesesuaian” hubtingan antara anak dengan orang tuanya. Orang tua
mempengaruhi anak, tetapi anak pun mempengartihi orang tua. Orang tua dapat
menjauh dari anaknya yang sulit, atau mereka dapat menegur dan menghukumnya,
hal ini akan menjadikan anak yang sulit menjadi lebih sulit lagi. Orang tua
yang luwes dapat inemberi pengaruh yang menen’angkan terhadap anak yang sulit
atau akan tetap menunjukkan kasih sayang walau anak menjauh atau berkeras
kepala.
Dengan singkat dapat dikatakan bahwa keturunan
mempengaruhi temperamen. Tingkat pengaruh ini bergantung pada respons orang tua
terhadap anak-anaknya dengan pengalaman-pengalaman masa kecil yang ditemui
dalani lingkungan.
1. Interaksi keturunan
lingkungan dan perkembangan
Keturunan dnn lingkungan berjalan bersama atau
bekerja sama dan menghasilkan individu dengan kecerdasan, temperamen tinggi dan
berat badan, minat yang khas. Bila seorang gadis cantik dan cerdas terpilih
menjadi ketua OSIS, apakah k:ta akan berkesimpulan bahwa keberhasilannya itu
hanya karena lingkungan atau lainnya karena keturunannya? tentu saja karena
keduanya. Karena pengaruii lingkungan bergantung kepada karakteristik genetik,
maka dapat dikatakan bahwa antara keduanya. terdapat interaksi.
Pengaruh genetik terhadap kecerdasan terjadi pada
awal perkembangan anak dan berlanjut terus sr.mpai dewasa. Kita ketahui pula
bahwa dengan dibesarkan pada kelur.rga yang sama dapat terjadi perbedaan
kecerdasan secara individual dengan varjasi yang kecil pada kepribadian dan
minat. . Salah satu alasan terjadinya hal itu ialah mungkin karena keluarga
mempunyai penekanan yang sama kepada anak-anaknya berkenaan dengan perkembangan
kecerdasan yaitu dengan mendorong anak mencapai tingkal tertinggi. Mereka tidak
mengarahkan anak ke arah minat dan kepribadian yang sama. Kebanyakan orang tua
menghendaki anaknya untuk mencapai tingkat kecerdasan di atas rata-rata.
Apakah yang .perlu diketahui tentang interaksi
antara keturunan dengan lingkungan dalam perkembangan? Kita perlu mengetahui
lebih banyak tentang interaksi tersebut dalam perkembangan yang berlangsung
normal. Misalnya, apakah arti perbedaan IQ antara dua orang sebesar 95 dan 1257
Untuk dapat menjawabnya diperlukan informasi tentang pengaruh-pengaruh budaya
dan genetik. Kita pun perlu mengetahui pengaruh keturunan terhadap seluruh
siklus kehidupan. Contoh lain pubertas dan menopause bukanlah semata-mata hasil
lingkungan, walaupun pubertas dan menopause dapat dipengaruhi oleh
faktor-faktor lingkungan seperti nutrisi, berat, obat-obatan dan kesehalan,
evolusi dasar dan program genetik. Pengaruh keturunan pada pubertas dan
menopause tidak dapat diabaikan.
5. Pengaruh Musim dan Iklim
Pengaruh musim dan iklim antara lain terhadap
irama pertumbuhan. Dalam jangka panjang pertumbuhan bentuk tubuh juga terjadi
dari generasi dan kegenerasi. orang yang berada di daerah iklim panas cenderung
lebih langsing bentuk tubuhnya dibandingkan orang-orang di daerah beriklim
dingin. Dan orang-orang di daerah iklim dingin cenderung lebih lemak. Dan juga
orang-orang yang tinggal di daerah dataran tinggi memiliki lingkaran dadanya
dan paru-paru lebih besar dibanding orang-orang yang ringgal di daerah pantai
atau dataran rendah.
Pengaruh iklim dan musim cukup besar pada masa
adolesensi yang merupakan masa pertumbuhan pesat.
6. Pengaruh himpitan psikososial
Himpitan psikosial (stress) bisa menghambat
pertumbuhan, hal ini ada kaitannnya dengan fungsi hormon pertumbuhan yang
menjadi tidak normal. Fungsi pertumbuhan yang tidak normal mengakibatkan
pertumbuhan tidak normal. Hubungan anak dengan orang sekitarnya. Seorang anak
yang tidak dikehendaki oleh orang tuanya atau anak yang selalu merasa tertekan,
akan mengalami hambatan di dalam pertumbuhan dan perkembangannya.
7. Pengaruh urbanisasi
Pengaruh urbanisasi (perpindahan penduduk dari
desa ke kota) menunjukkan adanya hubungan positif dengan pertumbuhan anak.
Sejumlah penelitian mengidentifikasi bahwa anak-anak dari keluarga yang pindah
ke kota cenderung lebih tinggi dan lebih cepat matang dibandingkan dengan
anak-anak yang tetap tinggal di daerah desa. Karena peningkatan pertumbuhan
fisik berhubungan dengan faktor kegizian yang cenderung meningkat karena
mengikuti pola makanan orang kota.
8. Kecenderungan secular
Kecenderungan sekuler adalah kecenderungan adanya
perubahan dari tahun ke tahun kerena perkembangan jaman. Misalnya anak-anak
sekarang cenderung lebih besar dan semakin lebih cepat mencapai kematangan
dalam pertumbuhannya. Adanya kecenderungan sekuler dimungkinkan kerena adanya
perubahan pola kehidupan dan perkembangan dalam berbagai bidang kehidupan yang
bisa mendukung kehidupan manusia yang semakin baik.
9. Suku
Beragamnya faktor lingkungan yang ada dalam
kehidupan berbagai suku bangsa, mengakibatkan terjadinya perbedaan ukuran tubuh
rata-rata orang dewasa, kecepatan pertumbuhan, dan bentuk tubuh antara kelompok
suku-suku bangsa yang berbeda.
Eveleth dan Tenner (1976) telah mengadakan
penelitian terhadap bangsa-bangsa eropa, amerika, afrika, dan asia. Hasil
penelitian antara lain adalah bahwa laki-laki orang amerika, eropa, dan afrika
imbang tinggi badanya, tetapi perempuannya orang amerika-afrika sedikit lebih
tinggi dibandingkan orang eropa. Sedangkan orang-orang asia baik laki-laki
maupun perempuan cenderung lebih kecil dan pendek dibandingkan dengan
bangsa-bangsa lainnya.
10. Kesehatan
Menurut santrock (2007: 157) pada umumnya masalah
kesehatan yang sering dialami anak-anak adalah kurang gizi, pola makan, kurang
olah raga dan pelecehan. Seperti yang dinyatakan dalam penelitian Pollitt dkk,
bahwa gizi sangat mempengaruhi perkembangan kognitif anak. Pola makan sangat
berkaitan erat dengan hal ini. Maraknya makanan cepat saji dengan berbagai
variasi yang sangat menarik untuk anak seperti hot dog, pizza, hamburger dsb,
menjadi kendala tersendiri yang mempersulit pemenuhan kebutuhan gizi yang
sehat. Perlu kreatifitas yang tinggi bagi guru dan orang tua untuk mengemas
makanan sehat yang menarik bagi anak layaknya makanan cepat saji.
Selain makanan sehat, olahraga merupakan aspek yang sangat mempengaruhi kesehatan mental dan fisik anak: Exercise is linked with many aspects of being physically and mentally healthy in children and adult (Buck dkk, 2007 dalam Santrock, 2007)
Selain makanan sehat, olahraga merupakan aspek yang sangat mempengaruhi kesehatan mental dan fisik anak: Exercise is linked with many aspects of being physically and mentally healthy in children and adult (Buck dkk, 2007 dalam Santrock, 2007)
Ketika berolah raga, anak menggerakan otot-otot
tubuhnya yang merupakan stimulasi bagi perkembangan motorik terutama motorik
kasar. Olah raga yang tepat sebagai stimulasi perkembangan motorik tersebut
adalah yang sesuai dengan usia dan perkembangan anak. Ketika berolahraga pun
anak belajar bersosialisasi dengan teman sebayanya. Jika olah raga tersebut
berupa permainan maka anak akan belajar nilai-nilai social seperti sportifitas,
kemenangan, kekalahan dan penghargaan. Karena itu kegiatan olah raga harus
dikemas dengan beberapa tujuan pemberian stimulasi berbagai aspek perkembangan
anak.
Meskipun anak yang sehat cenderung aktif, tapi
kekebalan tubuh mereka belum stabil. Berbagai penyakit bisa mengancam kesehatan
mereka diantaranya alergi, asma dan infeksi telinga. National Centre of Health
Statistics pada tahun 2004, menyatakan penyebab kematian anak paling besar
adalah kecelakaan, yang kedua adalah kanker terutama kanker darah (leukemia).
Strategi untuk menghindari adalah dengan menggunakan sabuk pengaman, helm dan
alat pengaman lainnya. Sedangkan penyakit kanker bisa dicegah dengan pemberian
ASI.
Pemberian ASI sangat penting pada masa satu sampai
enam bulan pertama. Salah satu keuntungan dari pemberian ASI adalah
terbentuknya kekebalan tubuh. Manfaat ASI berdasarkan beberapa ahli kesehatan
di Amerika Serikat adalah(Eiger & Olds, 1999; Hanson & Korotkova, 2002;
Kramer, 2003):
Selain berbagai penyakit yang berhubungan dengan
fisik, kelainan anak yang berhubungan dengan mental pun mempengaruhi kesehatan
anak. Penyakit tersebut diantaranya hiperaktif dan pelecehan. Sebagai pendidik
PAUD, diperlukan kepekaan untuk melihat berbagai gejala dari kelainan tersebut.
Untuk mengatasi hal tersebut, guru harus berkonsultasi dengan orang tua dan
psikologi secara intensif sehingga mengetahui bagaimana seharusnya perlakuan
pada anak yang memiliki kelainan tersebut.
Guru memang menjadi salah satu pihak yang
bertangggung jawab dalam menjaga kesehatan anak, tapi yang paling bertanggung
jawab adalah orang tua. Karena anak belajar dari keteladanan dan kebiasaaan,
gaya hidup orang tua sangat mempengaruhi. Orang tua yang merokok sangat
membahayakan kesehatan anak. Dalam sebuah penelitian di Amerika Serikat 22
persen anak yang orang tuannya merokok mengidap penyakit asma dan pernafasan
(Murray dkk, 2004 dalam Santrock, 2007). Selain itu, asap rokok juga
menyebabkan anak kekurangan vitamin C (Staruss, 2001 dalam Santrock, 2007).
Selain gaya hidup orang tua, pola asuh yang diterapkan
pun mempengaruhi kesehatan anak. Pola asuh yang kurang baik diindikasikan oleh
kurang maksimalnya pemberian ASI, kurang baiknya pola koinsumsi pangan keluarga
dan pola perawatan kesehatan dasar terutama bagi anak usia dini.
3. PENGERTIAN FUNGSI KELUARGA DAN JENIS FUNGSI KELUARGA
Pada dasarnya tugas keluarga ada delapan tugas pokok
sebagai berikut:
- Pemeliharaan fisik keluarga dan para anggotanya.
- Pemeliharaan sumber-sumber daya yang ada dalam keluarga.
- Pembagian tugas masing-masing anggotanya sesuai dengan kedudukannya
masing-masing.
- Sosialisasi
antar anggota keluarga.
- Pengaturan jumlah anggota keluarga.
- Pemeliharaan ketertiban anggota keluarga.
- Penempatan anggota-anggota keluarga dalam masyarakat yang lebih luas.
- Membangkitkan dorongan dan semangat para anggotanya.
- Fungsi Pendidikan dilihat dari bagaimana keluarga mendidik dan menyekolahkan anak untuk
mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak.
- Fungsi Sosialisasi
anak dilihat dari bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota
masyarakat yang baik.
- Fungsi Perlindungan
dilihat dari bagaimana keluarga melindungi anak sehingga anggota keluarga
merasa terlindung dan merasa aman.
- Fungsi Perasaan
dilihat dari bagaimana keluarga secara instuitif merasakan perasaan dan
suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi dan berinteraksi
antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama lain
dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
- Fungsi Agama dilihat dari bagaimana keluarga memperkenalkan dan mengajak anak dan
anggota keluarga lain melalui kepala keluarga menanamkan keyakinan yang
mengatur kehidupan kini dan kehidupan lain setelah dunia.
- Fungsi Ekonomi dilihat dari bagaimana kepala keluarga mencari penghasilan, mengatur
penghasilan sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan
keluarga.
- Fungsi Rekreatif
dilihat dari bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam
keluarga, seperti acara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman
masing-masing, dan lainnya.
- Fungsi Biologis dilihat dari bagaimana keluarga meneruskan keturunan sebagai generasi
selanjutnya.
- Memberikan kasih
sayang, perhatian, dan rasa aman di antara keluarga, serta membina
pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
4. PENGERTIAN KELUARGA DAN MASYARAKAT
KELUARGA
Keluarga bahasa
Sanskerta "kulawarga", "ras" dan
"warga" yang berarti "anggota" adalah lingkungan yang
terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, keluarga sebagai
kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di
antara individu tersebut. Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang
terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di
suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.
Menurut Salvicion dan Celis (1998) di dalam
keluarga terdapat dua atau lebih dari dua pribadi yang tergabung karena
hubungan darah,
hubungan perkawinan atau pengangkatan, di hidupnya dalam satu rumah tangga,
berinteraksi satu sama lain dan di dalam perannya masing-masing dan menciptakan
serta mempertahankan suatu kebudayaan.
Ada beberapa jenis keluarga, yakni: keluarga inti yang terdiri dari suami, istri, dan anak atau anak-anak, keluarga konjugal yang
terdiri dari pasangan dewasa (ibu dan ayah) dan anak-anak mereka, di mana
terdapat interaksi dengan kerabat dari salah satu atau dua pihak orang tua.
Selain itu terdapat juga keluarga luas yang ditarik atas dasar garis keturunan
di atas keluarga aslinya. Keluarga luas ini meliputi hubungan antara paman,
bibi, keluarga kakek, dan keluarga nenek.
Peranan keluarga menggambarkan seperangkat
perilaku antar pribadi, sifat, kegiatan yang berhubungan dengan pribadi dalam
posisi dan situasi tertentu. Peranan pribadi dalam keluarga didasari oleh
harapan dan pola perilaku dari keluarga, kelompok dan masyarakat.
Berbagai peranan yang terdapat dalam keluarga
adalah sebagai berikut:
Ayah sebagai suami dari isteri dan ayah
dari anak-anaknya,
berperan sebagai pencari nafkah, pendidik, pelindung dan pemberi rasa aman,
sebagai kepala keluarga, sebagai anggota dari kelompok sosialnya serta sebagai anggota dari
kelompok sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari lingkungannya.Sebagai
istri dan ibu dari anak-anaknya, ibu mempunyai peranan untuk mengurus rumah
tangga, sebagai pengasuh dan pendidik anak-anaknya, pelindung dan sebagai salah
satu kelompok dari peranan sosialnya serta sebagai anggota masyarakat dari
lingkungannya, disamping itu juga ibu dapat berperan sebagai pencari nafkah
tambahan dalam keluarganya. Anak-anak melaksanakan peranan psikosial sesuai
dengan tingkat perkembangannya baik fisik, mental, sosial, dan
spiritual.
MASYARAKAT
Masyarakat adalah
sekelompok orang
yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar
interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut.
Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab,
musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan
hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang
interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat
digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu
komunitas yang teratur.
Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia
dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan,
serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia
kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.
Masyarakat sering diorganisasikan
berdasarkan cara utamanya dalam bermata pencaharian. Pakar ilmusosial
mengidentifikasikan ada: masyarakat pemburu, masyarakat pastoral bercocok
tanam, nomadis, masyarakat, dan masyarakat agrikultural intensif, yang juga
disebut masyarakat peradaban. Sebagian pakar menganggap masyarakat industri dan
pasca-industri sebagai kelompok masyarakat yang terpisah dari masyarakat
agrikultural tradisional.
Masyarakat dapat pula diorganisasikan berdasarkan
struktur politiknya: berdasarkan urutan kompleksitas dan besar, terdapat
masyarakat band, suku chiefdom, dan masyarakat negara.
Kata society berasal dari bahasa latin,
societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain. Societas
diturunkan dari kata socius yang berarti teman, sehingga arti
society berhubungan erat dengan kata sosial. Secara implisit, kata society
mengandung makna bahwa setiap anggotanya mempunyai perhatian dan kepentingan
yang sama dalam mencapai tujuan bersama.
5. SEBUTKAN 2 GOLONGAN MASYARAKAT DAN SEBUTKAN PERBEDAANNYA
Jelaskan pengertian masyrakat perkotaan
Masyarakat perkotaan sering disebut jugaa urban
community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat-sifat
kehidupannya serta ciri-ciri yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.
Sebutkan 3 tipe masyarakat
Sebutkan 3 tipe masyarakat
- Masyarakat kebawah
- Masyarakat menengah
- Masyarakat keatas (komppleks)
Sebutkan ciri-ciri masyarakat kota
- Keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan masyarakat desa.
- Pada umumnya masyarakat kota dapat mengurus dirinya tanpa bergantung
pada orang lain.
- Pembagian kerja di antara warga kota lebih tegas dan mempunyai batas2
yang nyata.
- Kemungkinan untuk mendapatkan ppekerjaan juga lebih banyak di peroleh
warga kota daripada warga desa
- Masyarakat perkotaan cendrung memiliki pemikiran rasional.
- Jalan kehidupan yang cepat pada masyarakat kota.
- Perubahan-perubahan sosial banyak terjadi pada masyarakat kota akibat
dari pengaruh luar.
Sebutkan perbedaan antara desa dan kota
Untuk dapat membedakan antaraa desa dan kota dengan
mudahnya di kenali dengan ciri2 seperti berikut:
- Jumlah dan kepadatan penduduk
- Lingkungan hidup
- Mata pencarian
- Corak kehidupan sosial
- Statifikasi sosial
- Mobilitas sosial
- Pola interaksi
- Solidaritas sosial
- Kedudukan dalam hierarki sistem administrasi nasional
Jelaskan hubungan desa dan kota
Masyarakat pedesaan dan perkotaan sangatlah
berhubungan, dalam interaksi mereka sangatlah bertergagtungan, contoh saja
masyarakat kota membutuhkan masyarakat desa yang biasa menanam padi,
sayur-mayur, umbi-umbian, termasuk jasa-jasa mereka yaitu kuli bangunan,
pembokat atau babu. Dan sebaliknya masyarakat desa pun membutuhkan masyarakat2
kota sebagai knsumen hasil produksi mereka, mereka juga membutuhkan keahlian2
masyarakat kota sebagai penunang pekerjaan mereka, sebagai contoh pembuat
bahan2 kimia untuk membunuh hama.
Jelaskan aspek positif dan aspek negative
Aspek positif :
Jelaskan aspek positif dan aspek negative
Aspek positif :
Adalah aspek-aspek yang mengandung nilai baik,
sehingga perlu dikembangkan dan dipertahankan.
Aspek negatif:
Adalah aspek-aspek jahat yang dapat menghancurkan
kepribadan bangsa, aspek inilah yang harus di hindarkan dan dihilangkan.
Sebutkan 5 unsur lingkungan perkotaan
- Wisma
- Karya
- Marga
- Suka
- Penyempurnaan
Sebutkan fungsi external kota
- Memperbaiki masa lalu sehingga masa depan lebih baik. J
Jelaskan pengertian desa
Menurut para ahli desa didefinisikan sebagai:
- Sutardjo Kartohadikusuma:
Desa adalah suatu kesatuan hukum dimana bertempat tinggal suatu masyarakat pemerintahan sendiri - Binarto:
Desa merupakan perwujudan atau kesatuan geografi,
sosial, ekonomi, politk dan kultural yang terdapat di situ (suatu daerah) dalam
hubungannya dan pengaruhnya secara timbal balik dengan daerah lain.
- Paul H. Landis:
Desa adalah penduduk yang kurang dari 2500 jiwa.
Sebutkan ciri-ciri desa
- Mempunyai pergaulan hidup yang saling kenal mengenal antara ribuan
jiwa
- Ada pertalian perasaan yang sama tentang kesukaan terhadap kebiasaan
- Cara berusaha (ekonomi0 adalah agraris
Sebutkan ciri –ciri masyarakat desa
- Di dalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan
yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan
lainnya di luar batas-batas wilayahnya.
- Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
(Gemeinschaff atau paguyuban).
- Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian
- Masyarakat tersebut homogen dalam hal mata pencarian, agama,
ada-istiadat dan sebagainya.
Jelaskan sifat dan hakikat masyarakat pedesaan
Pada mata mayarakat kota, masrakat desa memiliki sifat
ketenangan, damai, harmonis, adem ayem (paguyuban).
Sebutkan macam-macam gejala masyarakat pedesaan
Sebutkan macam-macam gejala masyarakat pedesaan
- Konflik (Pertengkaran)
- Kontraversi (pertentangan)
- Kompetisi (persiapan)
- Kegiatan pada Masyarakat Pedesaan
6.JELASKAN HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYARAKAT
Individu berarti makhluk yang tidak dapat di
bagi-bagi, tidak dapat di pisahkan antara jiwa dan raganya yang di sebut
manusia. Terlepas daripada itu keluarga dalam bentuk murnu merupakan sutu
kesatuan sosial ini mempunyai sifat-sifat tertentu sama, dimana saja dalam
satuan masyarakat manusia. Sedangkan masyarakat itu timbul dari setiap kumpulan
individu, yang telah cukup lama hidup dan berkerja sama dalam waktu yang cukup
lama hidup dan berkerja sama dalam waktu lama.sehingga hubungan antara
individu,keluarga dan masyarakat saling berkaitan satu dengan yang lainya.
7. JELASKAN PENGERTIAN URBANISASI, SERTA PROSES TERJADINYA URBANISASI
Urbanisasi
ialah masalah yang cukup serius bagi kita semua. Persebaran penduduk yang tidak
merata antara desa dengan kota akan menimbulkan berbagai permasalahan kehidupan
sosial kemasyarakatan. Jumlah peningkatan penduduk kota yang signifikan tanpa
didukung dan diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan, fasilitas umum, aparat
penegak hukum, perumahan, penyediaan pangan, dan lain sebagainya tentu adalah
suatu masalah yang harus segera dicarikan jalan keluarnya.
Proses
Terjadinya Urbanisasi di
karenakan faktor urbanisasi, antara lain factor – factor urbanisai di bagi
menjadi 3 yakni :
A. Faktor Penarik
Terjadinya Urbanisasi
1.
Kehidupan kota yang lebih modern
2.
Sarana dan prasarana kota lebih
lengkap
3.
Banyak lapangan pekerjaan di kota
4.
Pendidikan sekolah dan perguruan
tinggi lebih baik dan berkualitas
B. Faktor Pendorong Terjadinya
Urbanisasi
1.
Lahan pertanian semakin sempit
2.
Merasa tidak cocok dengan budaya
tempat asalnya
3.
Menganggur karena tidak banyak
lapangan pekerjaan di desa
4.
Terbatasnya sarana dan prasarana di
desa
5.
Diusir dari desa asal
6.
Memiliki impian kuat menjadi orang
kaya
C. Keuntungan Urbanisasi
1.
Memoderenisasikan warga desa
2.
Menambah pengetahuan warga desa
3.
Menjalin kerja sama yang baik
antarwarga suatu daerah
4 . Mengimbangi masyarakat kota dengan
masyarakat desa
sSUMBER:
http://ajinovyanw.blogspot.com/2011/10/urbanisasi-dan-proses-terjadinya.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar