Kegelisahan adalah
keadaan psikologis dan fisiologis dicirikan oleh komponen
somatik, emosional, kognitif, dan perilaku. Kegelisahan berasal dari kata
“gelisah”. Gelisah artinya rasa yang tidak tentram di hati atau merasa selalu
khawatir, tidak dapat tenang (tidurnya), tidak sabar lagi (menanti), cemas dan
sebagainya. Kegelisahan menggambarkan seseorang tidak tentram hati maupun
perbuatannya, artinya merasa gelisah, khawatir, cemas atau takut dan jijik.
Rasa gelisah ini sesuai dengan suatu pendapat yang menyatakan bahwa manusia yang gelisah itu dihantui rasa khawatir atau takut.
Rasa gelisah ini sesuai dengan suatu pendapat yang menyatakan bahwa manusia yang gelisah itu dihantui rasa khawatir atau takut.
Kegelisahan adalah ketidaknyamanan terhadah
suatu hal yang sedang dipikirkan. Kegelisahan dapat terjadi pada siapapun dan
dimanapun. Dan setiap orang pasti pernah merasa gelisah. Kegelisahan merupakan
akibat dari kekhawatiran kita. Dampak dari sebuah kegelisahan adalah ketidak
jernihan pikiran kita. Sehingga apapun yang ada di depannya tidak akan di
hiraukannya dan ia akan memikirkan apa yang ia gelisahkan. Untuk mengatasi
kegelisahan kita harus memiliki pola pikir orang dewasa dan jangan terlalu
membuat suatu masalah yang kecil dianggap sebagai masalah yang besar.
Kegelisahan yang timbul dalam diri kita
sebenarnya dibuat oleh kita sendiri, kita ciptakan mereka di dalam pikiran kita
melalui ketidakmampuan ataupun kegagalan untuk mengerti bahaya perasaan keakuan
dan melalui khayalan yang melambung serta kesalahan dalam menilai setiap
kejadian atau benda. Hanya jika kita dapat melihat suatu kejadian atau benda
dengan apa adanya, bahwa tidak ada sesuatu apa pun yang kekal di dunia ini dan
bahwa keakuan kita sendiri merupakan khayalan liar yang membawa kekacauan dalam
pikiran yang tidak terlatih.
Kegelisahan hanya dapat diketahui dari
gejala tingkah laku atau gerak-gerik seseorang dalam situasi
tertentu.Kegelisahan merupakan salah satu ekspresi dari kecemasan, Sigmund
Freud ahli psikoanalisa berpendapat, bahwa ada tiga macam kecemasan yang
menimpa manusia yaitu kecemasan kenyataan (obyektif), kecemasan neorotik dan
kecemasan moril. Banyak yang menilai kegelisahan ada macam-macam diantaranya
adalah sebagai berikut :
“Kegelisahan negatif” adalah kegelisahan
yang berlebih-lebihan, atau yang melewati batas, yaitu kegelisahan yang
berhenti pada titik merasakan kelemahan, di mana orang yang mengalaminya sama
sekali tidak bisa melakukan perubahan positif atau langkah-langkah konkret
untuk berubah atau mencapai tujuan yang diinginkan, yaitu kegelisahan dalam
‘menanti-nanti’ sesuatu yang tidak jelas atau tidak ada. Tentu saja hal ini
merupakan ancaman bagi eksistensi manusia sebagai kesatuan yang integral.
“Kegelisahan positif” merupakan dasar
kehidupan atau sebagai kesadaran yang dapat menjadi spirit dalam memecahkan
banyak permasalahan, atau sebagai tanda peringatan, kehati-hatian dan
kewaspadaan terhadap bahaya-bahaya atau hal-hal yang datang secara tiba-tiba
dan tak terduga.
Sebab-sebab Orang Gelisah
Apabila kita kaji sebab-sebab orang gelisah
adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah
akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari luar maupun dari dalam.
Faktor-Faktor
Terjadinya Kegelisahan :
Keterasingan, ini berasal dari kata asing
yang berarti sendiri, tidak dikenal orang. Jadi kata keterasingan berarti
hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan atau terpisah dari
yang lain. Yang menyebabkan ini ialah perilaku yang tidak dapat diterima oleh
masyarakat. Kekurangan dari diri seseorang karena ketidak mampuan atau karena
membuat masalah. Kesalahan yang dibuat seseorang jugadapat membuat orang itu
menjadi gelisah. Kesepian, ini berasal dari kata sepi yang berarti sunyi atau
lengang, sehingga kata kesepian merasa sunyi atau tidak berteman. Setiap orang
pernah marasakan kesepian, karena kesepian bagian hidup manusia. Ini bergantung
kepada mental orang dan kasus penyebabnya. Ketidak pastian, ini berasala dari
kata tidak pasti yang artinya tidak menentu. Ini semua adalah akibat dari
pikirannya tidak dapat konsentrasi. Atau pikirannya sedang kacau.
Mungkin kegelisahan itu disebabkan antara
lain:
Ø Kesulitan ekonomi
Ø Takut kehilangan harta, jabatan dan popularitas
Ø Penyakit yang menahun
Ø Kesulitan mendapatkan pasangan hidup yang ideal
Ø Takut kehilangan pasangan hidup
Ø Khawatir gagal dalam berkarier
Jadi pada intinya penyebab utama timbulnya
rasa kegelisahan pada seseorang adalah karena adanya rasa takut yang berlebihan
karena takut kehilangan atas haknya.
Usaha-usaha Mengatasi Kegelisahan
Dalam mengatasi kegelisahan diperlukan
nilai-nilai agama seperti bersifat qana’ah (berpikir positif). pertama–tama
harus dimulai dari diri sendiri, yaitu bersikap tenang. Dengan bersikap
tenang, sehingga ketidaksabaran atau kecemasnnya dapat dikurangi dengan berdo’a
kepada Tuhan serta berusaha keras untuk mengatasi hal yang membuatnya menjadi
gelisah dan mungkin segala kesulitan dapat diatasi.
Ada suatu cara lain yang mungkin juga baik
untruk digunakan dalam mengatasi kegelisahan tersebut dengan memerlukan
sedikiit pemikiran yaitu :
pertama, kita menanyakan pada diri kita
sendiri (instropeksi), akibat yang paling buruk yang bagaimanakah yang akan
kita tanggung atau yang akan terjadi,mengapa hal itu terjadi,apa penyebabnya
dan sebagainya.apabila kita dapat menganalisa akibat yang akan ditimbulkan oleh
kegelisahan tersebut dan bila kita tidak dapat mengatasinya,kita dapat
mempersiapkan diri untuk menghadapinya,karena tidak semua pengalama di dunia
ini menyenangkan.
Kedua, kita bersedia menerima akibatnya
dengan rasa tabah dan senang hati niscaya kegelisahan tersebut akan sirna dari
jiwa kita.dan yang ke3,dengan bersamaan berjalannya waktu kita dapat
mencoba untuk memperkecil dan mengurangi keburukan-keburukan akibat timbulnya
kegelisahan tersebut dalam jiwa kita.
Keterasingan
Keterasingan berasal dari kata terasing,
dan kata itu dalah dari kata dasar terasing. Kata asing berarti sendiri, tidak
dikenal orang, sehingga kata terasing berarti, tersisihkan dari pergaulan,
terpisahkan dari yang lain atau terpencil. Jadi kata keterasingan berarti
hal-hal yang berkenaan dengan tersisihkan dari pergaulan, terpencil atau
terpisah dari yang lain. Penyebab orang berada dalam posisi terasingkan adalah
perilakunya yang tidak dapat diterima atau tidak dapat dibenarkan oleh
masyarakat atau kekurangan yang ada pada diri seseorang , sehingga ia dapat
atau sulit menyesuaikan diridalam masyarakat.
Sebab
– sebab keterasingan
Jadi, sebab-sebab hidup terasing itu
bersumber pada :
Perbuatan yang tidak dapat diterima oleh
masyarakat, antara lain mencuri, bersikap angkuh atau sombong, sikap dan
perbuatan seseorang tidaklah mesti sesuai dengan aspirasi orang lain,
lebih-lebih dalam masyarakat yang beragam seperti masyarakat kita ini, bilamana
ketidaksesuaian ini berkembang bisa diduga akan timbul jarak antara orang satu
dengan lainnya.
Sikap rendah diri, sikap rendah diri
menurut Alex Gunur adalah sikap kurang baik. Sikap ini menganggap atau merasa
dirinya selalu atau tidak berharga, tidak atau kurang laku, tidak atau kurang
mampu di hadapan orang lain. Sikap ini disebut juga sikap minder.
1.
Takut kehilangan hak
Kerinduan, kadang-kadang keterasingan
disebabkan pula oleh rasa kerinduan yang begitu hebat baik terhadap keluarga,
teman, suasana,atau bahkan terhadap suatu tempat. Adalah satu hal yang wajar
apabila seseorang yang berada jauh dari keluarga akan merasakan kerinduan
yang begitu hebat terhadap keluarganya. Dalam kondisi yang demikian ini tidak
heran kalau kemudian yang bersangkutan merasa terasing, kendatipun lingkungan
sekitarnya mampu memenuhi kebutuhannya. Keterasingan karena cacat
fisik, cacat fisik tidak perlu membuat hidup terasing karena itu adalah
kehendak Tuhan. Namun, seringkali manusia memiliki jalan pikiran yang berbeda.
Erasa malu anak atau cucunya cacat fisik, maka disingkirkannya anak tersebut
dari pergaulan ramai, hidup dalam keterasingan.
Keterasingan karena sosial-ekonomi, ekonomi
kuat atau lemah adalah anugerah Tuhan. Orang tidak boleh membanggakan kekayaan
dan tidak boleh pula merasa rendah diri karena keadaan ekonomi yang minim.
Namun dalam kenyataan lain keadaannya, orang-orang yang tergolong lemah
ekonominya seringkali merasa rendah diri. Akibatnya orang-orang kaya sering
membanggakan kekayaannya, meskipun tanpa disengaja.
Keterasingan karena rendah pendidikan,
banyak juga orang yang merasa rendah diri karena rendah pendidikannya dan tidak
dapat mengikuti jalan pikiran orang yang berpendidikan tinggi dan banyak
pengalaman.
Keterasingan karena perbuatannya, orang
terpaksa hidup dalam keterasingan karena merasa malu, dunia rasanya sempit,
bila melihat orang, mukanya ditutupi. Itu semua akibat dari perbuatannya, yang
tidak bisa diterima oleh masyarakat lingkungannya. Banyak perbuatan yang tidak
dapat diterima oleh masyarakat.
2. Usaha-usaha untuk
mengatasi keterasingan
Keterasingan biasanya terjadi karena sikap
sombong, angkuh, pemarah, kaku, rendah diri, atau karena perbuatan yang
melanggar norma hukum. Untuk mengatasi keterasingan ini diperlukan kesadaran
yang tinggi. Orang bersikap demikian karena menganggap semua yang mereka
lakukan adalah benar. Lain halnya
dengan orang yang rendah diri. Orang yang mempunyai sifat ini biasanya sadar
akan kekurangannya. Untuk meningkatkan harga diri, ia harus banyak belajar dan
bergaul. Pergaulan itu dilakukan sedikit demi sedikit dan terus meningkat,
sehingga akhirnya menjadi biasa.
Kesepian
Kesepian adalah keadaan emosi dan
kognitif yang tidak bahagia yang diakibatkan oleh hasrat akan
hubungan akrab tetapi tidak dapat mencapainya.Individu yang tidak menginginkan
teman bukan orang yang kesepian, tetapi seseorang yang menginginkan teman dan
tidak memilikinyalah orang yang kesepian.Kesepian adalah pengalaman
subjektif.Kesepian juga dideskripsikan sebagai kesakitan sosial - suatu mekanisme psikologis untuk
memperingatkan seorang individu atas isolasi yang tidak diinginkan dan
memotivasinya untuk mencari hubungan sosial. Kesepian berasal dari kata sepi,
artinya sunyi, lengang, tidak ramai, tidak ada orang atau kendaraan, tidak
banyak tamu, tidak banyak pembeli, tak ada apa-apa, dan sebagainya. Kesepian
adalah keadaan sepi atau hal sepi. Kesepian adalah suatu perasaan tidak
dikasihi, perasaan tidak diperhatikan oleh orang lain. Kesepian dapat merupakan
perasaan yang paling mematahkan semangat hidup seseorang. Masalah kesepian
banyak dialami orang-orang zaman sekarang. Penyelidikan menyatakan bahwa
kesepian merupakan masalah terbesar yang dihadapi oleh para remaja masa kini. Setiap
orang pernah mengalami kesepian, karena kesepian merupakan bagian hidup
manusia. Lama atau sebentar perasaan kesepian ini bergantung kepada mental
orang dan kasus penyebabnya.
Sebab-sebab
terjadinya kesepian
Bermacam-macam penyebab terjadinya
kesepian. Salah satunya adalah frustasi. Orang yang frustasi tidak mau
diganggu,ia lebih senang dalam keadaan sepi, tidak suka bergaul, dan
sebagainya. Ia lebih senang hidup sendiri.
Menurut Middlebrook (1980), ada dua faktor
penyebab dari kesepian, yaitu :
1. Faktor
Psikologis
A. Existential
Loneliness
B. Pengalaman
traumatis hilangnya orang-orang terdekat
C. Kurangnya
dukungan dari orang lain
D. Adanya
masalah krisis dalam diri seseorang dan kegagalan
E. Kurangnya
rasa percaya diri
F. Kepribadian
yang tidak sesuai dengan lingkungan
G. Ketakutan
untuk menanggung resiko sosial
2. Faktor
Sosiologis
A. Takut
dikenal orang lain
B. Nilai-nilai
yang berlaku pada lingkungan sosial
C. Kehidupan
di rumah
D. Perubahan
pola-pola dalam keluarga
E. Pindah
tempat
F. Terlalu
besarnya suatu organisasi
G. Desain
arsitektur bangunan
Sadler (dalam Kirana, 2005) menambahkan
bahwa kesepian dapat disebabkan karena lima hal, yaitu :
Interpersonal Problems, hal ini disebabkan
karena subjek kehilangan orang-orang terdekatnya atau memutuskan hubungan
dengan orang lain (berpisah atau bercerai).
Social Shock, masalah-masalah sosial
seringkali membawa dampak negatif, terutama pada masyarakat perkotaan (urban
society) seperti pengangguran.
Culture Shock, setiap kebutuhan memiliki
ciri-ciri khas masing-masing. Ketika individu pindah ke tempat baru maka
perbedaan budaya antara tempat asal dan tempat individu sekarang dapat
menimbulkan masalah-masalah lain, tidak terkecuali kesepian.
Cosmic Problem, hal ini berkaitan dengan
eksistensial manusia atas apa yang sesungguhnya diinginkan dari kehidupan yang
dijalaninya.
Psychological Problems, masalah-masalah
psikologis merupakan sebab potensial yang dapat menimbulkan kesepian, terutama
bila individu yang bersangkutan tidak mampu menyelesaikan masalah terus-menerus
larut dalam kesedihan.
Ketidakpastian
Ketidakpastian adalah sebutan yang
digunakan dengan berbagai cara di sejumlah bidang, termasuk filosofi, fisika, statistika, ekonomika, keuangan, asuransi, psikologi, sosiologi, teknik,
dan ilmu pengetahuan informasi. Ketidakpastian
berlaku pada perkiraan masa depan hingga pengukuran fisik
yang sudah ada atau yang belum diketahui. Ketidakpastian berasal dari kata
tidak pasti artinya tidak menentu (pikirannya) atau mendua, atau apa yang
dipikirkan tidak searah dan kemana tujuannya tidak jelas. Itu semua akibat
pikirannya yang tidak dapat konsentrasi. Ketidakkonsentrasian itu disebabkan
oleh berbagai sebab, yang paling utama adalah kekacauan pikiran.
Ketidakpastian atau ketidaktentuan adalah bagian hidup manusia. Setiap orang
hidup pasti pernah mengalaminya. Menurut Siti Meichati dalam bukunya
Kesehatan Mental menerangkan beberapa penyebab seseorang tak dapat berpikir
dengan pasti. Sebab-sebab itu ialah :
Ø Obsesi, merupakan gejala neurose jiwa, yaitu adanya pikiran
atau perasaan tertentu yang terus-menerus, biasanya tentang hal-hal yang tak
menyenangkan, atau penyebab lain yang tidak diketahui oleh penderita. Misalnya
selalu berpikir ada orang yang ingin menjatuhkan dia.
Ø Phobi, yaitu rasa ketakutan yang takterkendalikan atau tidak
normal terhadap sesuatu hal atau kejadian, tanpa diketahui sebab-sebabnya.
Ø Kompulasi, ialah adanya keraguan yang sangat mengenai apa yang telah
dikerjakannya, sehingga ada dorongan yang tidak disadari untuk selalu melakukan
perbuatan-perbuatan yang serupa berulang kali.
Ø Histeria, ialah neurose jiwa yang disebabkan oleh tekanan mental
kekecewaan, pengalaman pahit yang menekan, kelemahan syaraf, tidak mampu
menguasai diri, atau sugesti dari sikap orang lain.
Ø Delusi, menunjukan pikiran yang tidak beres, karena berdasarkan
keyakinan palsu. Tidak dapat memakai akal sehat, tidak ada dasar kenyataan dan
tidak sesuai dengan pengalaman.
Delusi ini ada tiga macam, yaitu :
·
Delusi persekusi : menganggap
adanya keadaan yang jelek di sekitarnya. Akibatnya, banyak orang menjauhinya.
·
Delusi keagungan : menganggap
dirinya orang penting dan besar. Orang seperti ini biasanya gila hormat dan
menganggap orang di sekitarnya tidak penting. Akibatnya, semua orang
menjauhinya. Jadi, hampir sama dengan delusi persekusi.
·
Delusi melancholis : merasa
dirinya bersalah, hina dan berdosa. Hal ini dapat mengakibatkan buyutan atau
dikenal dengan nama delirium tremens., hilangnya kesadaran dan menyebabbkan
otot-otot tak terkuasai lagi. Ia kehilangan ingatannya sama sekali, mengalami
tensi tinggi dan mengingat sesuatu yang belum pernah dialami.
Halusinasi, khayalan yang
terjadi tanpa rangsangan pancaindera. Seperti para prewangan (medium) dapat
digolongkan pada pengalaman halusinasi. Dengan sugesti diri, orang dapat juga
berhalusinasi. Halusinasi buatan, misalnya dapat dialami oleh orang yang mabuk
atau pemakai obat bius.
Keadaan emosi, dalam keadaan
tertentu, seseorang sangat dipengaruhi oleh emosinya. Jika emosi telah
menguasai keseluruhan pribadinya, ia akan mengalami gangguan nafsu makan,
pusing-pusing, muka merah, nadi cepat, keringat, tekanan darah tinggi/lemah.
Sikapnya bisa apatis atau bisa juga terlalu gembira dengan melampiaskan dalam
gerakan-gerakan lari-larian, menyanyi, tertawa atau berbicara.
Penyebab
Ketidakpastian
penyebab ketidak pastian adalah tidak ada
yang sama di dunia ini, dan juga kemampuan manusia yang terbatas untuk
memastikan sesuatu hal yang ada, serta kekuasaan tiada batas yang dimiliki
Allah SWT, dimana setiap manusia tidak akan mengetahui kehendak-Nya.
Usaha-usaha
Mengatasi Ketidakpastian
Usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi
ketidakpastian yakni bersiap-siap terlebih dahulu, merencanakan segala
sesuatunya dengan matang, dan juga berdo’a agar apa yang diinginkan tercapai.
Untuk dapat menyembuhkan keadaan itu
bergantung kepada mental si penderita. Andaikata penyebab sudah diketahui,
kemungkinan juga tidak dapat sembuh. Bila hal itu terjadi, maka jalan yang
paling baik bagi penderita ialah diajak atau pergi sendiri ke psikolog.
Langkah-langkah untuk menghadapi
ketidakpastian hidup, yang bisa membuat hidup lebih mudah karena kita
menyiapkan diri secara lebih baik untuk menghadapi apa pun yang terjadi. Dan
ketika saatnya tiba, kita akan lebih mampu mengambil risiko.
o
Tak ada orang yang tahu
segalanya, jika kita tahu segala sesuatu yang akan terjadi, hidup akan sangat
membosankan. Dengan mengubah cara kita memandang kesulitan, kita bisa mengubah
cara menanganinya
o
Yang terbaik dan terburuk, saat
menghadapi ketidakpastian banyak di antara kita yang jadi lumpuh. Jika tak tahu
apa yang bisa kita harapkan, lebih baik low profile dan jangan berbuat apa pun.
o
Langkah-langkah kecil, kita
sering membuat kesalahan dengan berpikir, agar maju dalam hidup. kita harus
melakukan perubahan besar. Padahal tidak begitu. Pada kenyataannya, dengan
melakukan langkah-langkah kecil yang aktif menuju tujuan, kita membuat tujuan
berkemungkinan lebih besar tercapai dengan memberi diri kita peluang untuk
menata ulang jika hasilnya tidak seperti yang kita harapkan.
o
Fokus pada yang bisa di atur,
kenali hal-hal yang benar-benar tak bisa Anda atur atau kendalikan. Artinya
Anda harus secara aktif melepaskan yang tak bisa Anda atur.
o
Siapkan diri dan rencanakan,
bertindak di mana Anda bisa bertindak. Semakin aktif Anda menyiapkan diri, Anda
akan merasa semakin baik tentang situasi itu.
o
Evaluasi hidup, hidup pada
zaman dengan ketidakpastian besar memberi kita kesempatan untuk menilai diri
sendiri. Menilai hidup itu tidak buruk sejauh tidak memindahkan Anda ke peran
korban, di mana Anda melihat diri sendiri sebagai korban situasi.
o
Berbicara dengan keluarga
tentang stres, banyak ketidakpastian menimbulkan banyak stres. Efek stres
beda-beda pada satu orang dengan yang lainnya. Membicarakan stres dan
perasaan-perasaan Anda tentang hal-hal yang didatangkan ketidakpastian membuat
Anda mengungkapkan stres secara positif. Cari
peluang dalam krisis, Akses semua sumber daya, saat menghadapi
ketidakpastian hidup, perlu menjalin hubungan sebanyak mungkin. Jangan
mengurung diri dan jangan jadi jagoan yang tak pernah menunjukkan kerapuhannnya
kepada orang lain.
Sumber:
http://manusiadankegelisahan77.blogspot.com/
http://anwarabdi.wordpress.com/2013/06/01/manusia-dan-kegelisahan/
http://id.wikipedia.org/wiki/Kesepian
http://sanusiadam79.wordpress.com/2013/05/09/manusia-dan-kegelisahan/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar